Posted by: yohanestantama | January 24, 2009

Bersyukurlah dalam segala hal

Fwd: SUATU SAAT DALAM TAXI

Selamat Membaca, Tuhan memberkati “Jika kita melakukan sesuatu, lakukanlah semuanya seperti kita melakukan untuk Tuhan”.

Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu untuk ‘memanjakan’ diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala masalah dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Terus terang saya sudah malas dengan segala keinginan boss-ku. Nyaris setiap hari aku pulang larut malam. Pergi pagi pulang malam. Dari Senin sampai Sabtu. Dan segala pekerjaanku tidak pernah di hargai olehnya. Jadi aku pikir “masa bodoh dengan segala pekerjaan kantor. Aku sudah cape. Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga peduli”.

Jadi Sabtu kemarin aku habiskan waktu dengan tidur seharian. Membaca buku, menonton televisi, dengar kaset. Laptop yang tegeletak di atas meja tidak aku sentuh sedikit pun. “Masa bodoh” pikirku. Sendok suapan terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga. Kubenahi segala dokumen yang di butuhkan dan segera keluar kantor mencari taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga. “Daerah kota pak,” seruku pada supir taxi. “Kotanya di mana pak?”, dia menimpali. “Wah, namanya apa yah?” aku sendiri tidak begitu ingat. “Nanti saya tunjukkan jalannya kalau sudah sampai di sana ” “Baik Pak”. Suasana hening. Tidak beberapa lama pak supir berkata, “Tadi orang yang pakai taxi ini sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek”. Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland. “Kok mau sih pak?” ucapku. “Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita tolak”, ujarnya dengan logat batak yang masih terasa. “Kalo supir lain sih pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari Tuhan.” “Wah, berfilsafat dia.”, pikirku. “Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya di kasih uang 10.000. padahal argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga. Tapi sebenernya saya ngak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau buru-buru. Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit hati kan “. “Iya juga yah”, pikirku. Suasana hening kembali. Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Keliahatannya ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang lain. Yang rata-rata wajahnya cemberut. “Bapak sudah lama jadi sopir taxi”, tanyaku memecah keheningan. “Baru empat tahun Pak.” “Sebelumnya kerja di mana?” “Dulu saya kerja di perhotelan.” “Kerja di bagian apa Pak?” “Manager operasional” Hah? Tidak salah dengar ? Manager ? Read More…

Posted by: yohanestantama | January 11, 2009

Kisah Persahabatan Yang Menyingkirkan segala Perbedaan

Oleh: Esther Ueberall

DESEMBER 1902
Hari ini hari Jumat, hari pertama kami membuka usaha kami.

Dengan berseri-seri, saya (17 tahun, pengantin baru) berdiri di sebelah suami saya Solomon, di dalam toko kami yang bernama UEBERALL 3 – 9 – 19 Sen. Terletak di Brooklyn, Amerika Serikat, toko ini menjual barang-barang dengan harga pas, senilai 3, 9 atau 19 sen.

Tamu pertama kami melangkah masuk. Beliau seorang Pastor Katolik muda usia, dari sebuah Gereja (Katolik) kecil, namanya Pastor Caruana. Beliau berbelanja sedikit, dan mukanya gelap, semuram warna jubahnya. “Mengapa sedih Bapa?” suami saya bertanya – Pastor Katolik biasa disapa dengan sebutan Father/Bapa – Solomon tergolong orang yang sangat mudah “jatuh hati”.

Pastor tersebut berbicara pelan, seolah menerawang menjawab, “Gereja kami harus ditutup….” “Mengapa?” bagi suami saya, agama adalah penyembahan dari menit ke menit. Kami menjalankan semua ritual agama kami, Keluarga Ueberall, sebagaimana sebagian besar orang-orang Yahudi, beragama Yahudi.

Mereka menyembah Allah Yehovah yaitu Allah Abraham, Ishak & Yakub, dan mematuhi hukum Taurat Musa. Mereka bukan beragama Kristen Katolik. Bukan demi ritus itu semata mata, namun kepatuhan kami kepada Allah.

Pastor tersebut menjelaskan bahwa Beliau membutuhkan $500, untuk Senin mendatang. Jemaatnya miskin, dan tidak mungkin memenuhi tuntutan $500 itu. Gereja pusatnya tidak dapat membantu, dan rasanya tidak ada jalan keluar. Read More…

Posted by: yohanestantama | January 8, 2009

The Beauty of love

Ditengah arus mode banyaknya perceraian yang beritanya membombardir kita lewat Televisi maupun Koran, ada baiknya kita melihat pasangan ini,

1_26732

Posted by: yohanestantama | December 29, 2008

KISAH PENCIPTAAN LAGU NATAL

Malam itu, langit di lereng pegunungan Alpen, Austria, terlihat cerah. Joseph Mohr berjalan menulusuri jalan setapak, usai menonton pertunjukan drama Natal yang dipentaskan oleh sekelompok aktor keliling. Menurut rencana, sebenernya drama itu akan dipentaskan di gereja St. Nichoas, tetapi karena organ gereja rusak akibat digigiti tikus, maka pentas itu terpaksa dialihkan ke rumah salah satu jemaat.

Ketika sampai di puncak bukit, Mohr berhenti sejenak untuk melihat pemandangan di bawahnya. Dia begitu terpesona pada kerlap-kerlip lampu-lampu yang memancar dari dalam rumah penduduk. Suasananya sangat sunyi dan teduh. Hal itu membuat Mohr membayangkan suasana malam ketika Kristus lahir di kandang Betlehem. “Malam sunyi! Malam kudus!” Kata-kata itulah yang yang tiba-tiba terlintas di benak Mohr.

Sesampai di rumahnya, Mohr segera menyambar pena dan kertas untuk menuliskan baris-baris puisi yang meluap dari hatinya. Setelah itu, dia punya rencana untuk menyanyikan syair gubahannya itu pada malam kebaktian Natal di gerejanya. Keesokan harinya, dia segera menemui Franz Xaver Grüber, seorang guru desa dan pemain organ gereja. Pada hari itu juga, Grüber bisa merampungkan melodi untuk syair itu. Maka jadilah lagu “Malam Kudus” (Silent Night) yang beberapa abad kemudian menjadi “lagu wajib” pada setiap perayaann Natal.

Siapakah Joseph Mohr? Dia dilahirkan tahun 1792 di Steingasse, di sebuah perkampungan kumuh di Austria. Seorang pastor merasa kasihan melihat Mohr kecil terpaksa mengamen di jalanan. Imam Katolik itu lalu memungutnya dari jalanan dan menyekolahkan di Salzburg. Di sana, selain belajar agama, Mohr juga belajar bermain organ, biola dan gitar. Tahun 1818, Mohr ditempatkn sebagai asisten pastor di gereja St. Nicholas.

Sesuai dengan rencananya, pada malam Natal di tahun 1818, Mohr menyanyikan lagu ciptaanya itu dengan iringan gitar Grüber (karena organ gereja masih rusak). Lagu yang masih gres itu ternyata menyentuh hati jemaat yang datang beribadah.

Meski terbilang sukses, namun mereka tidak pernah punya niat untuk menyebarkan lagu itu ke luar desa. Seminggu kemudian, Karl Maurachen, tukang servis organ kenamaan dari Zillerthal datang untuk memperbaiki alat musik di gereja itu. Ketika sudah beres, Grüber dipersilahkan mencoba memainkan organ itu. Pada kesempatan itu, Grüber memainkan lagu yang baru diciptakan itu. Maurachen sangat terkesan mendengar lagu itu. Dia minta salinan komposisi lagu itu dan membawanya pulang.

Di tangan Maurachen, lagu itu mulai menyebar dan menjadi lagu rakyat di wilayah Tyrol. Lagu ini menjadi semakin populer ketika kuartet Strasser,–empat wanita bersaudara–, menyanyikan lagu ini berkeliling di seluruh Austria. Tahun 1838, lagu ini sudah dikenal di Jerman sebagai “lagu tidak jelas asal-usulnya.”

Di Amerika, lagu ini diperkenalkan oleh Rainers, sebuah keluarga penyanyi dari Tyrol dalam sebuah tur konser, tahun 1839. Seperempat abad kemudian, Jane Campbell menterjemahkan syairnya ke dalam bahasa Inggris. Tahun 1980, Yayasan Musik Gereja (Yamuger) menterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Syairnya sebagai berikut: “Malam kudus, sunyi senyap. Dunia terlelap. Hanya dua berjaga terus. Ayah Bunda mesra dan kudus. Anak tidur tenang.”

Posted by: yohanestantama | December 28, 2008

Yesus atau Sinterklass

Sebuah perenungan ringan yang mengingatkan kita bahwa sekarang ini sepertinya makna kehadiran Yesus kalah populer dengan segala ornamen Natal seperti Sinterklass dan Pohon Natal.

Copy dari Manna Sorgawi, Desember 2008

MENGAPA YESUS KRISTUS LEBIH BESAR DARIPADA SINTERKLAS

Sinterklas hidup di Kutub Utara

YESUS ada di mana-mana

Sinterklas mengendarai kereta kuda

YESUS mengendarai angin dan berjalan diatas air

Sinterklas datang setahun sekali

YESUS senantiasa hadir untuk menolong kita

Sinterklas mengisi kaos kaki Anda dengan permen dan mainan

YESUS mengisi hidup Anda dengan apa yang Anda perlukan

Sinterklas datang melalui cerobong asap tanpa kita undang

YESUS berdiri didepan pintumu dan mengetuk, dan masuk jika Anda izinkan

Anda harus antre untuk melihat Sinterklas

YESUS begitu dekat saat kita menyebut NamaNya

Sinterklas membiarkan Anda duduk dipangkuannya

YESUS membiarkan Anda beristirahat di tanganNya

Sinterklas tidak tahu nama Anda, maka ia bertanya, “Siapa namamu?”

YESUS tahu nama kita sebelum kita mengetahuinya. Dia tidak hanya tahu nama kita, Dia juga tahu alamat kita. Dia tahu sejarah hidup kita, Dia tahu masa depan kita, Dia pun tahu berapa banyak rambut dikepala kita.

Sinterklas punya perut yang besar yang penuh dengan jelly …

YESUS punya hati yang penuh dengan kasih

Sinterklas berkata, “Jangan menangis dan jangan nakal.”

YESUS berkata, “Serahkanlah kuatirmu kepadaKu, karena aku peduli.”

Pemberian Sinterklas hanya mainan untuk kesenangan sesaat …

Pemberian YESUS membuat hidup menjadi baru dan menyediakan rumah di Sorga.

Sinterklas dapat membuat Anda kesal, tetapi …

YESUS memberi Anda kesukaan yang menjadi kekuatan Anda.

Sementara Sinterklas meletakkan hadiah-hadiahnya dibawah pohon Natal

YESUS menjadi hadiah bagi kita dengan mati di kayu salib.

Yohanes 3:16 – Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Posted by: yohanestantama | December 13, 2008

Kehangatan Kasih Mama

Manna Sorgawi – Oktober 14, 2008

Hangatnya Kasih Mama

Amsal 23:22 - Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.

Ulangan 5:16 - Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Rintik hujan selalu mengingatkanku pada satu masa yang sangat mengesankan,  masa di mana kasih mama menjadi sangat nyata. Waktu kecil aku ingin sekali memiliki mantel hujan berwarna kuning, karena teman-temanku banyak yang memilikinya. Bagiku, warna kuning cerah selalu tampak indah, tetapi sangat disayangkan mama tidak punya cukup uang untuk membelikanku mantel itu.

Suatu siang aku kehujanan ketika pulang sekolah. Rasa kesal dan marah memenuhi hatiku, “Coba mama membelikanku mantel kuning itu, pasti aku tidak akan basah,” gerutuku saat melihat teman-teman berjalan memakai mantel mereka.

Di tengah jalan aku bertemu dengan mama yang membawa payung untukku. Karena kesal aku tidak mau menerima payung itu. Walaupun begitu mama tetap ingin melindungiku, ia mendekapku erat sambil berjalan. Sesampainya dirumah aku melanjutkan aksi ngambek itu dengan menolak untuk berganti pakaian. Mama mengambil handuk dan membungkus tubuhku, kehangatan mengaliri tubuhku dalam seketika. Tak ada kata-kata yang keluar dari bibir mama, sementara tangannya terus bekerja mengeringkan tubuhku. Disekanya kepalaku agar aku tak sakit, kemudian mama mengganti pakaianku. Tak berapa lama, mama pun pergi dan kembali sambil menyodorkan teh manis hangat buatku. Ya, hanya segelas teh manis, sebab mama tak mampu membelikanku susu coklat. Namun kehangatan teh manis itu menyempurnakan kehangatan yang kubutuhkan dihari yang dingin itu.

Sejak hari itu bunyi air hujan selalu membuatku teringat akan kasih tulus yang mama tunjukkan kepadaku. Jika direnungkan, hatiku mengakui bahwa tak ada kehangatan sebaik kehangatan kasih yang diberikan mama. Kehangatan kasih mama tak akan pernah dapat digantikan oleh uang atau kemewahan.

Mungkin mama kita tidak mampu membelikan sebuah baju hangat atau satu barang yang sangat kita inginkan, namun kehangatan kasihnya senantiasa memberi cinta yang sangat berharga. Mama mungkin tak mampu membelikan kita baju yang sedang trend, tapi perhatiannya yang tulus bisa menjadi segalanya buat kita. Mama mungkin tak bisa memberikan susu, tapi segelas teh manis yang diseduh bersama kasih sayangnya sangat bernilai. Mama mungkin tak bisa menjemput kita dengan mobil, tapi kehadirannya disetiap saat menjadikan hidup ini berarti. Rangkulan tangan mama selalu mampu menghalau galau dari hati kita.

Jika kita hendak memberi senyum terindah kepada mama, berikanlah sekarang; jika ingin memberikan sanjungan, katakanlah sekarang tanpa penundaan; jika kita ingin memberikannya seikat bunga nan indah, berikan sekarang; jika kita ingin makan malam berdua saja dengannya, lakukan segera. Nyatakanlah kasih kita dengan cara yang benar dan tanpa penundaan supaya mama kita lebih merasakan, betapa kita juga mencintai dan menghargainya. Lihatlah, semua itu akan membahagiakan mama yang sudah mecintai kita dengan sepenuh hati.

DOA:

Bapa, terima kasih atas kedekatanku dengan mama. Lingkupilah hidup mama dengan kesehatan, penghiburan dan kebahagiaan. Didalam Nama Tuhan Yesus aku minta. Amin.

KATA-KATA BIJAK:

Banyak wanita yang baik hati, namun bagiku mama melebihi mereka semua.

Posted by: yohanestantama | December 11, 2008

Butuh Romo atau Pendoa, Penting

Sahabat seiman, ada seorang saudara kita yang membutuhkan bantuan pelayanan doa secara khusus dan Tinggal di Jakarta Timur, mungkin ada teman teman yang tahu Romo yang bisa dihubungi atau pendoa PDKK yang bisa membantu? Mohon kabar dan bantuannya.

Tuhan memberkati.

Yohanes

Posted by: yohanestantama | December 9, 2008

Jadwal Retret 2009 di Karmel Cipanas

Januari : 15 – 18 Retret awal
Februari : 5 – 8 : Retret Penyembuhan Batin
20 – 22 Rtret Doa St. Teresia Lesiaux
Maret : 5 – 8 : Retret awal
20 – 22 : Retret Intergenerasi
April : 9 – 12 : Tri hari Suci + Paskah
23 – 26 : Retret Penyembuhan Batin
Mei : 7 – 10 : Retret mengatasi kelemahan
16 – 17 : Rekoleksi dan prosesi Maria
21 : Adorasi sepanjang hari
22 – 24 : Retret KTM
Juni : 12 – 14 : Retret Pasutri
23 – 28 : Kamping Muda Mudi SLTA
Juli : 2 – 5 Retret Awal
23 – 26 : Retret Penyembuhan Batin
Agustus
7 – 9 : Workshop Penyembuhan dan pembebasan
14 – 16 : Retret Penyelenggaraan Ilahi
September
3 – 6 :Retret mengatasi kelemahan
Oktober : 8 – 11 : Retret Penyembuhan Batin
16 – 18 : R. Doa Santa Teresia Afila
23 – 25 Retret Pasutri
Nopember :
6 – 8 : Retret Intergenerasi
19 – 22 : Retret awal
27 : Adorasi sepanjang hari
Desember :
10 – 13 : Retret Penyembuhan Batin
23 – 25 : Natal
31 – 1 jan 2010 : Tahun Baru

Keterangan :

* Untuk memastikan bisa menghubungi ke sekretariat : 0263582062

* Untuk misa yang dipimpin Rm. Yohanes tidak bisa ditentukan, harus konfirmasi

* Untuk mengikuti retret berdasarkan yang saya terima, harus mengikuti R Awal dulu.

Semoga berguna buat semua teman dan menjawab banyaknya pertanyaan mengenai jadwal retret ini.

Sebagai tambahan tgl 31 Des 2008, misa jam 9.30.malam

dan 1 Januarinya jam 9.30 pagi.

GBU ALL

Yohanes

Posted by: yohanestantama | December 6, 2008

Masa Advent 2008

Tidak terasa bahwa kita mulai memasuki masa advent kembali. Sebentar lagi kita akan merayakan Natal. Hari Sabtu minggu lalu Romo yang memberikan pendalaman Alkitab kepada kami mengingatkan bahwa kita sebagai umat Katolik diminta untuk tidak merayakan Natal sebelum tanggal 25 ,diluar apabila kita punya acara ekumene bersama saudara kita yang lain)dan menjelaskan makna advent tsb. Mungkin ada yang mempertanyakan bahwa toh tanggal tersebut bukan tanggal pasti kelahiran Yesus. Benar sekali memang tanggal itu bukan tanggal pasti Yesus dilahirkan (ada riwayat tersendiri mengapa gereja menetapkan tanggal tersebut) tapi didahului oleh masa advent kita umat Katolik memakainya sebagai puncak sukacita dan kegembiraan kita akan kedatangan Tuhan. Dengan kata lain Natal bukan hanya sebagai suatu perayaan tetapi mari kita memaknainya dengan suatu penantian, perenungan dalam masa advent ini, dan pada akhirnya benar benar ada kerinduan terdahap Kristus yang akan datang sebagai penyelamat. Natal bukan hanya sekedar hura hura tetapi benar benar suatu momen yang bisa memberi arti buat pertumbuhan iman kita. Setuju????

Posted by: yohanestantama | December 6, 2008

“Saya Mencintai Anak-Anak di SD ini”

Ditengah dunia yang semakin membuat orang lebih banyak fokus terhadap materi, sempatkanlah membaca kisah dibawah ini. Kisah yang akan mengingatkan kembali bahwa bagaimanapun masih ada mereka yang mau mengorbankan diri untuk cita cita besar yang tidak dapat diukur dengan uang dan materi, apalagi banyak sekali (maaf) mereka yang mengusung teologi kemakmuran sebagai ukuran iman dan kedekatan kita dengan Kristus. Tak ada yang salah dengan keinginan kita meraih cita cita bahkan dari segi materipun, tapi kita harus ingat bahwa masih banyak orang lain yang membutuhkan perhatian dari kita, lebih dari sekedar uang yang kita bisa sisihkan dari kelebihan kita. Kasih dan uluran tangan seperti yang dicontohkan Bunda Theresa adalah hal yang langka saat ini. GBU

Tilde, begitulah ia biasa disapa orang. Kecintaannya untuk mengajar anak-anak usia dini memang bermula dari kecintaannya kepada anak-anak. Tapak dan jenjang pendidikan yang pernah ditempuhnya, termasuk sebuah perjalanan yang panjang, penuh tantangan tetapi juga keberuntungan.

Usai menamatkan SD di kampung halamannya, Sekolah Dasar Katolik Ngorabolo yang terletak di desa Takatunga, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Flores, Tilde melanjutkan sekolahnya ke SMPK St. Hubertus Yohanes yang terletak di pusat parokinya, Laja, cuma 5 km dari kampungnya. 3 tahun di sini, ia lalu melanjutkannya ke SMUK Syuradikara, sebuah sekolah Menengah Atas yang dikenal baik mutunya di wilayah Flores.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang peguruan tinggi di Universitas Widya Mandira Kupang, dengan mendalami bidang studi ekonomi, ia mencoba mengais ilmu manajemen, yang sebenarnya sangat ia cintai. Tetapi ia tidak bergelut di bidang yang dipelajarinya ini. Mungkin satu alasan sederhana, kembali kepada kecintaannya untuk mengajar.

Bermodal kemauan dan jenjang pendidikannya, ia sempat mengabdi para mahasiswa/i Universitas Muhamadyah Ende, mengajarkan bidang studi Ekonomi buat mereka. Namun tak bertahan lama, mengingat bahwa ia tak memiliki persyaratan utama untuk menjadi seorang guru: akta mengajar.

Di tahun 2006, ia berkontak dengan Sesawi Flores, bertanya apakah ada kemungkinan dia dibantu untuk mengambilkan akta mengajar untuk menjadi seorang guru. Saya mengiyakannya, dengan sebuah syarat, ia mesti kembali ke SD-nya dulu, yang pernah juga saya lalui selama 4 tahun, untuk mengabdi anak-anak di sana, seusai pendidikannya menjadi guru.

\”Kami sadar, bahwa mutu SD ini sangat memprihatinkan selama sepuluh tahun terakhir. Hal ini nampak dengan tak lolosnya anak-anak kita ke Seminari Menengah,\” ujar pak Siprianus yang barusan dua tahun ini kembali ke SDK ini sebagai Kepala Sekolah. Dan ia masih melanjutkan, \”Kita butuh guru yang baik, berkualitas dan kalau bisa mereka yang berasal dari desa ini, yang mengenal anak-anak dan keluarga mereka dan mau memajukan mereka.\”

Masukan ini mendorongku untuk mengabulkan permintaan Tilde. Dua tahun dia melanjutkan kuliahnya di Universitas PGRI Kupang demi mendapatkan akta mengajar dan kualifikasi sebagai seorang guru. Akhir tahun 2007 ia memperolehnya, dan sebagaimana janjinya, ia kembali ke SD-nya, SDK Ngorabolo. \”Saya mencintai anak-anak SD di sini. Yah .. mereka anak-anakku. Saya mengajar 28 jam seminggu dan menjadi wali kelas IV di sini,\” ujarnya suatu ketika. \”Terimakasih untuk Sesawi Flores untuk bantuan kepadaku juga kepada para calon guru lainnya di masa mendatang.\” katanya sambil merekomendasikan Inna, seorang calon guru untuk SD yang sama, yang kami terima dengan gembira untuk dibantu.

\”Sebagai guru di desa, kami butuhkan banyak buku dan akses ke informasi. Bukan untuk kami, tetapi untuk anak-anak kami. Mereka butuh didampingi baik secara ilmu pengetahuan, juga dalam pertumbuhan mental dan fisik,\” kata Tilde, seraya berharap pada perhatian Sesawi Flores untuk perlengkapan mereka dalam mengajar.

Ibu Tilde, demikian ia disapa sekarang. Ia lahir 07 April 1978 di Ngorabolo. Ia adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ialah orang pertama menjadi guru dengan bantuan dana beasiswa SESAWI UNTUK GURU. Selamat mengabdi anak-anak di sana, Tilde. Profisiat dan selamat bertugas.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi blog berikut:

http://sesawi4gurudiflores.blogspot.com/

Ansel Meo
semusema@gmail.com

Pondok Renungan – http://www.pondokrenungan.com

« Newer Posts - Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers