Posted by: yohanes tantama | November 20, 2007

Anakku menuntunku kembali kepada Tuhan

Saya adalah seorang katholik semenjak bayi ( Katholik Warisan ) yang
menjalani ibadah atau perayaan ekaristi hanya sebagai kewajiban dan
rutinitas semata, sampai berumah tanggapun tetap seperti itu. Ketika
memepunya 4 anak, badai ekonomi rumah tangga terjadi dan saya tidak
mempunyai pekerjaan atau usaha, pendapatan hanya dari istri. Ketika itu saya
berteman dengan beberapa paranormal dan selalu bersama mereka sampai subuh
baru pulang ke rumah dan mengikuti cara sembayang mereka meskipun demikian
setiap minggu ke gereja tetap saya jalankan. Ketika itu saya masih tidak
menyadari perbuatan saya ini sampai suatu ketika saya diminta ayah saya
mengantarkan dia ke gereja dan baru saya tahu itu adalah hari Rabu Abu, awal
dari pantang dan puasa masuk masa prapaskah.

Dari kotbah romo yang berbahasa mandarin padahal saya hanya sedikit mengerti
bahasa mandarin dan saya menangkap bahwa hari itu mulai masa prapaskah, masa
pertobatan untuk silih atas dosa kita dengan pantang dan puasa. Saat itu
juga hati saya mendorong saya berjanji untuk pantang daging selama masa
prapaskah. Baru berjalan 3 minggu, saya yang masih datang ke tempat
paranormal itu, pada saat itu dia (paranormal) memanggil muridnya dan
memaksanya membuka kartu saya dan melihat nasib saya, padahal selama saya
kenal dengannya tidak pernah saya minta untuk diramal, hanya ikut kegiatan
sembayang dan mandi air kembang sebulan 2 kali, yang katanya untuk
membersihkan diri. Ketika itu dia terkejut dan mengatakan saya ada memakai
barang dukun dan ada yang menghendaki kematian saya karena sakit hati.
Belakangan baru saya sadari pernah pergi ke tempat cucu majapahit dan diberi
cairan untuk mengepel lantai rumah yang katanya untuk usaha maju. Atas saran
paranormal ini yang mengetahui saya seorang katholik, menyarankan untuk
memanggil romo supaya rumah saya di berkati dan orang yang menghendaki
kematian saya itu dimaafkan. Aneh bagi saya, seorang paranormal bisa
menyarankan seperti itu, bukankah di dalam injil Yesus meminta kita untuk
mengasihi dan mengampuni musuh-musuh kita. Apakah Tuhan menegur saya
melaluinya supaya saya kembali sungguh hanya menyembah Dia?

Setelah saya jalani apa yang disarankan terbukalah pikiran saya. Pikiran
saya yang tadinya selalu hendak bunuh diripun hilang dan mantan bos saya pun
menelpon saya agar kembali ke pabrik untuk memimpin. Semenjak itu ekonomi
kami mulai membaik, meskipun demikian untuk ke gereja mengikuti ekaristi
tetap saya jalani dengan hampa, masih tidak mau sungguh hanya menyembah Dia
saja. Sampai suatu ketika anak saya yang pertama berumur 7 tahun sakit
kepala dan hasil scan mengatakan ada kanker ganas (Meduloblastoma) di dalam
otaknya. Seperti kiamat saja saat itu rasanya, dalam hati saya bertanya
Tuhan apa lagi ini? Saat itu saya sudah tidak dapat berpikir apa-apa lagi,
istri saya menyarankan agar kita pergi ke puncak untuk bertemu romo Yohanes
yang mempunyai karunia penyembuhan. Ketika kami bertemu romo Yohanes, dia
mendoakan anak kami dan kami orang tuanya pun didoakan serta menyarankan
untuk tetap mendoakan setiap malam dengan menumpangkan tangan, dan operasi
tetap harus dilaksanakan.

Sekembali dari sana saya ditelpon bos saya untuk menyiapkan paspor anak saya
dan berangkat ke Singapura menjalani operasi di sana dan biaya seluruhnya
ditanggung olehnya. Operasi berjalan lancar dan menurut dokter 100%
terangkat karena ini jenis yang sangat ganas dia menyarankan untuk tetap
diterapi kombinasi. Itu semua kami jalani di Jakarta selama 1 tahun dengan
kemoterapi dan radiasi yang membuat tubuh anak saya kurus sekali. Semenjak
anak saya sakit inilah saya mencari tahu apa yang Tuhan kehendaki, saya
mulai banyak mengikuti retret di Lembah Karmel, dari sana saya banyak
mendapatkan pengajaran-pengajaran akan iman katholik yang sesungguhnya.
Selama ini saya yang tidak senang dengan karismatik ( anti ), namun mulai
ikut di dalam persekutuan dan merasakan iman saya tumbuh di sana. Satu
setengah tahun berlalu tiba-tiba anak saya mengatakan kepalanya sakit sampai
mengeluarkan air mata dan saya bawa kembali kontrol ke dokter. Dari hasil
scan mengatakan kanker tumbuh dan menyebar sudah tidak mungkin untuk
dioperasi ataupun radiasi, saat itu saya bisa lebih tenang menghadapi
kenyataan dan rencana Tuhan. Dokter hanya memberikan obat penahan sakit.
Saat itulah cara berdoa saya mulai berubah yang tadinya mohon kesembuhan
saya ganti dengan: !’Ya Tuhan, kalau Engkau menghendaki anakku kembali
padamu, janganlah Engkau berikan ia kesakitan.!( Karena saya sudah menyadari
bahwa Tuhan telah memakai anakku untuk mempertobatkan aku dan kembali
kepadaNya. Doaku ini dikabulkan Tuhan semenjak itu anakku tidak pernah
mengatakan sakit pada kepalanya, padahal tidak pernah diberikan obat penahan
sakit.

Setengah tahun kemudian anakku melemah dan kami masukan ke RS Carolus karena
saya lihat kondisi anakku sudah tidak sadar lagi dan dokter menyarankan
untuk dimasukan keruang ICU, tetapi kami tolak, saya mengajak istri saya
untuk doa koronka (Kerahiman Illahi ) di mana dalam catatan Suster Faustina,
Yesus mengatakan: !’Bila koronka ini didaraskan dekat orang yang sedang
menghadapi ajalnya, Aku akan berdiri antara Bapa dan orang itu bukan sebagai
hakim yang mengadili melainkan sebagai Juru Selamat yang rahim.!( ( BCH No
1541 ). Begitu selesai doa 1 menit kemudian nafas anakku berhenti dan
kembali ke rumah Bapa untuk selamanya. Sungguh heran pada saat itu kami
memohon romo paroki untuk membawakan misa penutupan peti arwah, tetapi tidak
bisa karena jadwal yang padat, maka teman lingkungan membantu untuk cari di
paroki lain dan akhirnya mendapatkan seorang room. Ketika selesai misa romo
mengatakan dia bersedia untuk mendampingi dan menghantar sampai di
krematorium dengan membatalkan seluruh jadwalnya selama 3 hari. Padahal kita
tahu gereja katholik sangat kekurangan romo di dalam pelayanan kepada umat
tetapi dia mau membawakan misa arwah selama 3 hari untuk anakku bukankah ini
rencana Tuhan yang luar biasa untuk kami?

Sungguh luar biasa dan heran, ALLAH kita yang menyelamatkan dan memanggil
kita kembali dengan berbagai cara. Dia telah memanggilku kembali untuk
sungguh dan sepenuh hati melayaniNya melalui anakku. Kini tugas anakku di
dunia telah selesai dan berbahagia bersama Bapa di Surga. Amin!

Tuhan Yesus selalu mengetuk pintu hati kita, akankah kita membukakan
untukNYA masuk dan bertahta didalam seluruh kehidupan kita.

Dengan seijin :
Angga leoputra
betrixcitraregensi@yahoo.co.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: