Posted by: yohanes tantama | December 6, 2007

Keajaiban Selalu Ada Buat Orang Yang Percaya

A LITTLE TESTIMONY

3 bulan yang lalu, mama terkena kanker tulang stadium 4 b.
Yang artinya sudah stadium akhir dengan pemeriksaan melalui bone scan
(nuklir) dan pemeriksaan darah menunjukkan adanya sel-sel ganas di luar
ambang batas.

Scan berhasil menunjukkan 5 tempat hitam (yang menunjukkan bahwa sudah
terkena kanker) yaitu di pinggul, lutut kanan, tulang punggung,
bahu-tangan kanan, dan tulang tengkorak. Serta beberapa bagian lain yang
mulai tampak abu-abu ke hitam..

Sedangkan bagian lain yang belum menyebar, berwarna putih bersih.

Keluarga sudah membawa dia ke beberapa dokter ahli tulang, ahli
patologi dan terutama khusus kanker tulang.

Semua jawaban tetap sama : mengingat umurnya yang sudah hampir 75, dan
karena tak ada gunanya juga di chemotherapy (karena akan terlalu
menyakitkan untuk dia) maka keluarga disarankan untuk merawat dia di
rumah saja. Percuma di rumah sakit, begitu mereka bilang.

Perkiraan mereka : 1-3 bulan saja usianya (kalau dia bisa makan dengan
normal) sisanya, tinggal menunggu koma.

Sedangkan, beberapa hari setelah vonis dokter itu, mama mulai
menjerit2 kesakitan di tempat2 yang memang tampak hitam dalam scan.
Dan sudah sulit sekali untuk makan!
Bahkan minum juga.
Karena kadang ia tidak mampu lagi menelan.
Ini tidak heran kata dokter, mengingat penyebarannya sudah sampai tulang
punnggung dan tengkorak?

Dokter2 hanya memberi morfin, karena memang kata mereka sakitnya tidak
tertahankan.

Seorang teman kakak yang lebih muda, ternyata baru saja meninggal
karena kanker tulang dan itu pun hanya terdapat di lutut kirinya.
Ia berobat di Singapore, tanpa hasil malah semakin parah.
Teman yang lain pun menyatakan bahwa orangtuanya setelah dibawa ke
Amerika pun hanya diberikan morfin sebagai pain killer.

Keluarga semakin bingung, sedangkan melihat penderitaanya pun rekan2
yang menengok pasti menangis.

Apalagi kita, anak2nya?

Suatu kali, mama dalam jeritan kesakitannya minta dibaptis.
Ia minta ijin pada satu kakak saya yang kebetulan sama beragama Kong
HuChu dengan mama.
(Yang lain sudah menjadi Kristen atau Katolik)

Mama minta cepat2 di baptis karena dia sudah tidak tahan lagi dengan
kesakitannya dan beliau juga bilang, takut waktunya sudah tidak ada
lagi.

Koko saya menangis.
Dan akhirnya menyetujui.

Memang, beberapa waktu sebelumnya, mama pernah bilang ingin minta
dibaptis secara katolik.

Diakon datang, untuk menyakan,apakah ini keinginan sendiri atau
terpaksa. Mama sudah menjawab, bukan.
Ia memang ingin dibaptis sendiri.

Akhirnya besok paginya ia dibaptis (kira2 2,5 bulan dari sekarang).
Pastor sekaligus memberikan sakramen perminyakan.
Pada saat ia dibaptis pun sudah dalam keadaan antara sadar dan tidak.

Yang anehnya, 3 jam setelah dibaptis, ia bisa tiba2 bangun sendiri dan
berteriak memanggil anak2nya.

Namun setelah itu, ia kembali terkulai dan kondisinya semakin
memburuk.
(bergeser/bergerak sedikit saja ia sudah tidak mampu karena sakitnya!)

Keanehan lain, dua hari berturut2 setelah baptis, ia minta komuni.
Padahal mama tidak pernah mengerti apa itu komuni!

Setiap satu minggu sekali ada Diakon yang datang untuk memberikan
komuni.

Setelah 3-4 kali komuni, kondisi kesehatannya membaik.
Ditandai dengan kemampuan nya untuk bergerak dan makan.
Beliau juga sudah tidak lagi menjerit2 kesakitan.

Kami merasa heran, bahkan dokter yang memeriksanya pun berdecak kagum.

Karena dengan demikian, mama sama sekali tanpa pengobatan.
Segala selang infus untuk makanan yang tadinya ia pakai, sekarang tidak
terpakai.
Bahkan, sebelumnya kami sudah menyiapkan oksigen, karena mama sebelumnya
sudah mulai sulit bernafas.

Kami heran, semua tak percaya.
Dokter mengatakan, tak ada penjelasan logis atas semua ini.

Kami sudah tak sabar untuk melihat hasil bone scan lagi mid-november
ini (karena hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan) untuk
mengetahui apa yang terjadi.

2 minggu yang lalu, seorang kerabat yang melihat kondisi mama membaik,
dia menyatakan ketidak percayaannya.

Ia minta maaf karena dengan mengatakan ini ia sudah menyinggung kami
yang kristen/katolik, tapi ia berkata, tak percaya dengan yang namanya
mujizat! Mujizat itu tidak ada, yang ada hanyalah…. mungkin, kesalahan
diagnosa.

Koko saya yang beragama KongHuchu pun malah mendukung kita, bahwa
tidak mungkin ada salah diagnosa.

Ada bukti ilmiah tentang sakitnya dari bone scan dan test darah!

Bahkan dia pun berpikir, ini keajaiban.

Sampai mid november kemarin, kami tidak bisa berkata apa2.

Karena sejak semula, anak2nya pun hanya berdoa dengan pasrah pada
kehendak Tuhan dan mohon dengan kemurahan hatiNya, mama tidak menjerit2
kesakitan lagi, itu pun sudah cukup.

Tapi melihat beliau mulai berjalan lagi…bahkan mulai mau ke dapur
memasak lagi….amazing!!

Hasil bone scan keluar.

Dokter yang memeriksanya pun terperangah dan bertanya, obat apa yang
kita berikan kepada mama.
Karena seandainya di chemo pun, kondisi mama tidak mungkin sebaik dan
secepat ini, mengingat usianya.

Yesus yang luar biasa, menunujukkan kemuliaanNYa.

Saat kami bilang mama tidak diobati.
Dokter tersebut (yang kebetulan beragama Muslim) berkata bahwa ini
mustahil. Ini keajaiban.

Karena scan menunujukkan, hitam di 5 tempat sebelumnya sekarang hanya
tinggal 1, yaitu tinggal yang di tulang panggul!

Koko saya bertanya, selanjutnya pengobatan apa yang harus kita lakukan
untuk beliau?

Dokter cuma menjawab, “Ya tidak ada! Lanjutkan saja apa yang kalian
lakukan selama ini. Yang kalian lakukan hanya berdoa kan ? Jangan
berhenti berdoa kalau begitu. Karena ini keajaiban!”

Tidak puas dengan pernyataan dokter ini, koko memeriksa hasil kepada
dokter patologi lain.

Dia pun menyatakan ketidak percayaannya dengan kagum.
“Ini mujizat!” katanya. (rupanya ia katolik/kristen)

Baru koko saya pun percaya.

This is miracle.

Buat saya sendiri, ini tidak dapat diungkapkan dengan kata2.

Karena tadinya, cukup buat saya tidak melihat beliau menjerit2
kesakitan, ternyata Yesus memberi lebih dari yang kami semua, anak2nya
harapkan.

Sebab sebelumnya kami semua sudah rela, menerima bahwa ia dipanggil
Tuhan, daripada ia menahan kesakitan yang luar biasa.

Kami pun mengerti, bahwa kami tidak berharap pada sesuatu yang
muluk2…
tapi seandainya suatu saat mama dipanggil nanti, mama sudah digunakan
Tuhan sebagai alat untuk menunjukkan, bahwa apa yang mustahil bagi
manusia, tak ada yang mustahil bagi Dia.

Tak ada obat yang lebih kuasa dari pada Yesus, Anak Domba Allah itu
sendiri.

Saya merasa tidak baik untuk menyimpan kesaksian kemuliaan Tuhan ini
untuk keluarga sendiri saja.

Saya berharap, dengan Kemuliaan Tuhan ini, dapat menjadi inspirasi
iman dan pengarapan buat semua orang yang saya kenal.

Ada ucapan Rm Yohanes di bukunya yang amat saya sukai : Kesembuhan
fisik hanyalah sarana…. untuk menuju Tuhan, karena pada dasarnya
setiap orang harus meninggal..

.

God Bless u all,

–Ina–


Responses

  1. Terima kasih atas cerita
    dan aku pernah mengalami nya bahwa TUHAN tidak akan pernah meninggalkan anaknya .

    semoga keluarga kamu bahagia selalu dan GOD BLESS you all

  2. mukzizat itu ada.
    ….bersabdalah saja maka aku akan disembuhkan.
    Amin. Semoga itu juga terjadi pada adik saya. Semoga diagnosa dokter itu salah. Amin

  3. Puji Tuhan,
    BagiNYA tidak ada yang tidak mungkin, Tuhan sungguh Ajaib…!
    saya sungguh percaya akan MIRACLE.

  4. Bagus sekali ceritanya, membuat iman kita menjadi lebih kuat & lebih yakin & percaya bhw Yesus selalu hadir dlm diri kita, dengan satu syarat yaitu yang penting kita mau membuka hati utk kedatanganNya. Amin

  5. T.T Puji Tuhan, selama ini aku selalu menganggap keajaiban itu ada bahkan sudah mengalaminya beberapa kali, tapi kadang ketika sedikit kesedihan datang aku sering melupakan bahwa keajaiban itu pernah ada, kisah ini membuat aku percaya lagi padaNya, terima kasih Yesus! God Bless Us

  6. Puji Tuhan,saya sungguh tersentuh membacanya,semoga mukjizat itu juga bisa datang bagi orang-orang yang percaya namun sedang dalam kondisi butuh uluran tangan-Nya..
    Dan mengetuk hati bagi orang-orang yang belum tersentuh oleh Yesus.Amin.

  7. Mujizat yang luar biasa, puji Tuhan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: