Posted by: yohanes tantama | December 10, 2007

Waktu Tuhan bukanlah waktuku

Anakku, Michael Johan pada tahun 2008 akan memasuki jenjang pendidikan SD
dan sekarang dia bersekolah di Stella Maris Gading Serpong. Dia telah
mengikuti test masuk gelombang I yang disediakan gratis oleh sekolahnya
untuk ke tingkat SD International di mana hanya yang memenuhi kualifikasi
saja yang bisa masuk SD Stella Maris International (harus memiliki kemampuan
berbahasa Inggris dan persyaratan formal lainnya).

Hasil dari test tersebut adalah anakku diterima dengan hasil memuaskan. Itu
merupakan salah satu anugrah yang terbesar dari Tuhan karena anakku boleh
dibilang anak yang penurut dan rajin, walau masih kecil tapi tidak pernah
membantah kedua orang tuanya dan tidak pernah merengek-rengek jika minta
mainan tapi kedua orang tuanya tidak punya uang. Akhirnya dengan test masuk
yang memuaskan itu, dia mendapat keringanan dan kemudahan masuk SD
diantaranya keringanan uang sekolah dan uang pangkal. Tapi tetap saja bagi
kami itu masih dirasakan berat sedangkan pihak sekolah hanya memberi kami
waktu 2 minggu dari hasil test tersebut untuk mengkonfirmasikan apakah
Michael akan melanjutkan SD di sana atau tidak. Jika dalam waktu 2 minggu
kami tidak mengkonfirmasi ulang, maka Michael dinyatakan tidak melanjutkan
SD disana atau jika 2 bulan kemudian Michael jadi memutuskan melanjutkan
sekolah di sana, maka keringanan uang sekolah dan uang pangkal tidak akan
diberikan lagi (Balik normal seperti anak-anak baru yaitu 30% lebih mahal
dari keringanan yang telah diberikan).

Karena kemampuan kami yang tidak memungkinkan atau boleh dibilang akan
terlalu memaksakan, maka saya hanya bisa berdoa karena memang sudah tidak
ada lagi yang bisa kami lakukan. Setiap malam selama 2 minggu saya selalu
berdoa Rosario. Dalam doa saya mengatakan \”saya ingin Michael bisa
melanjutkan sekolah di Stella Maris, tapi saya tidak memiliki kemampuan
untuk itu, tapi saya percaya jika Tuhan mengijinkan dan berkehendak, maka
semua pasti terjadi, Tidak ada yang mustahil dalam iman.\” Dan saya juga
berkata dalam doa bahwa saya hanya diberikan waktu 2 minggu untuk memutuskan
dan jika memang Engkau tidak berkenan, bimbing saya dalam menemukan sekolah
yang tepat untuk Michael. Biarlah semua terjadi menurut kehendakMu.

Seiring dengan waktu yang terus berjalan, berakhir sudah jangka waktu yang
diberikan oleh sekolah dan walau saya sedikit kecewa, tapi saya sudah
menemukan sekolah lain yang terjangkau uang sekolah dan uang pangkalnya dan
saya kembali berdoa semoga sekolah inilah sekolah yang tepat untuk Michael.
Sambil menunggu waktu pendaftaran penerimaan murid baru yang dibuka pada
bulan Desember 2007, tiba-tiba Stella Maris menelpon kami dan menanyakan
kenapa Michael tidak dilanjutkan di sekolah ini lagi padahal hasil test
masuk dia memuaskan dan sangat sayang jika kemampuan Michael tidak di
maksimalkan.
Dan saya mengatakan bahwa kami tidak memiliki kemampuan untuk itu.

Beberapa hari kemudian Kepala Yayasan Stella Maris menelpon kami langsung
untuk janjian bertemu dengannya guna membahas masalah kami. Awalnya kami
malas untuk bertemu karena kami pikir, toh pengurangannya tetap tidak akan
sesuai dengan kemampuan kami. Akhirnya Bulan November tgl. 17, 2007 (Dimana
telah lewat 2 bulan dari jangka waktu yang telah diberikan), kami bertemu
dan berbincang-bincang panjang lebar mengenai keadaan kami. Dan hasil dari
pertemuan itu adalah kami mendapat keringanan kembali uang sekolah dan uang
pangkalnya dan hebatnya lagi uang sekolah dan uang pangkal yang diberikan
sama dengan uang sekolah dan uang pangkal disekolah yang rencananya akan
kami daftarkan untuk Michael di bulan Desember nanti.

Dari situ saya belajar bahwa waktu Tuhan bukanlah waktuku. Biar kita dikejar
deadline, tapi jika Tuhan belum memberikan maka itu tidak akan terjadi. Saya
amat sangat bersyukur bahwa ternyata Tuhan membuat segala yang mustahil
menjadi mungkin. Tuhan membuat segalanya indah pada waktuNya. Saya jadi
lebih bersabar menunggu waktu Tuhan untuk setiap jawaban atas keinginan saya
karena waktu Tuhan tidak akan pernah terlambat. Jika Tuhan berkehendak, maka
semuanya akan terjadi.
ditampilkan dengan seijin : Ernie Juliana
ejuliana_anggeriana@yahoo.co.id


Responses

  1. saya sangat terharu dengan kesaksian tersebut…betapa sering saya juga mengalami ujian iman..kenapa Tuhan tidak sayang…kenapa tidak dengar doaku…knapa biarkan aku menderita…kenapa…kenapa …dan bermacam pertanyaan kenapa Tuhan….padahal setelah dijalani ternyata ada yang indah dari semua itu….semua ada waktunya…bersabar dan pasrah adalah hal yang sangat mudah diucapkan tapi sulit untuk diimani….

  2. TUHAN ku memang ada dan selalu tepat waktu…………Dahsyat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: