Posted by: yohanes tantama | December 30, 2007

Hanya satu yang aku takuti

Aku tak takut akan manusia,

meski kata-katanya menyengat sakit.

Mengapa aku harus takut akan mereka?

Ketika sahabatku adalah Dia, Sang Raja segala raja.

Aku tak takut akan kegagalan,

karena Kau, Tuhan juga mengalami kegagalan.

Aku tak takut akan kelemahan,

karena Kau juga demikian lemah, sampai Kau jatuh pula.

Aku tak takut akan sakit, baik sakit badan atau sakit pikiran

karena Kau, Tuhan, mengirim bagiku utusan-utusanMu

dan mereka sangat baik padaku.

Aku tak takut akan kehilangan semua hal tercinta yang Kau berikan.

Apa guna aku melekat pada pemberian-pemberian,

ketika aku berdekat dengan Sang Maha Pemberi sendiri?

Tapi Tuhan, hanya satu hal yang dengan segenap hati aku takuti

yakni, bahwa aku dan Engkau terpisah

oleh karena kebodohanku, karena aku menuruti kejahatanku.

Tuhan, Kau tahu, aku membutuhkanMu

Kau-lah sahabatku, Kekasihku,

Kaulah segalanya bagiku.

Dan aku takut setengah mati

bahwa aku tuli akan panggilanMu.

Maka, Tuhan, panggillah, tuntunlah dan pimpinlah aku

dekatkan aku selalu padaMu

Hanya satu yang dapat mengusir ketakutanku:

Cinta-Mu yang demikian besar dan nyata bagiku.

(Padupan Kencana, Majalah Utusan, Oct 2007)

Wapita, 30 Dec 2007


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: