Posted by: yohanes tantama | January 21, 2008

Mendengar dan memperhatikan lebih baik dari kurban bakaran

‘Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan’ (1Sam 15:22). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita. ‘Tindakan mendengarkan dan memperhatikan suara Tuhan’, artinya mendengarkan dan melaksanakan atau menghayati sabda atau suaraNya lebih baik daripada upacara liturgis. Banyak orang masa kini bangga dan puas dengan upacara-upacara liturgis atau formalitas-formalitas alias bertindak bohong atau palsu. Kita semua dipanggil untuk lebih bertindak secara konkret, cintakasih lebih harus dihayati atau dilaksanakan daripada diomongkan atau dibicarakan. Ketika kita berdosa kemudian secara liturgis kita mengaku dosa dan diharapkan sungguh terjadi penyesalan dan pertobatan konkret. Hendaknya jangan berhenti bangga dan puas akan upacara liturgis atau janji-janji yang diucapkan, melainkan bangga dan puas jika kita sungguh dapat menghayati tanpa cacat dan noda apa yang kita ucapkan. Dengan kata lain kesaksian atau keteladanan cara hidup atau cara bertindak yang baik lebih utama dan perlu daripada nasehat-nasehat berupa omongan. Maka marilah kita saling berlomba untuk menjadi saksi atau teladan hidup beriman atau beragama, yang menjadi nyata dalam cara bertindak atau berperilaku yang menyelamatkan dan membagiakan. Aturan atau tatanan hidup yang baik begitu banyak tetapi pelaksanaan atau penghayatannya menjadi pertanyaan, maka keteladanan atau kesaksian sebagai pelaksana aturan atau tatanan hidup rasanya sungguh mendesak untuk kita hayati dan sebarluaskan pada saat ini. Mendengarkan dan memperhatikan berarti mengerahkan hati, jiwa, akal budi dan tubuh/tenaga kepada apa yang harus kita dengarkan dan perhatikan.

‘Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku’ (Mzm 50:16bc-17).

Dipetik dari renungan milis “Pondok Renungan” oleh
Rm. Ign. Sumarya, SJ


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: