Posted by: yohanes tantama | April 18, 2008

Menjadi semakin serupa dengan Yesus

Kisah yang dikirimkan melalui email oleh teman saya Eveline, semoga memberi inspirasi buat kita semua

Sebuah kisah untuk kita renungkan…
>
> salam,
> Irlan G.
>
> >> —– Original Message —–
> >>
> >> Sekelompok salesman pergi ke suatu pertemuan regional di Chicago.
> Mereka
> >> telah meyakinkan istri mereka bahwa mereka akan segera tiba di rumah
> >> tidak lama lagi pada saat makan malam di hari Jumat. Karena
> tergesa-gesa,
> >> dengan tiket dan kopor, salah seorang salesman tanpa sengaja
> menyenggol
> >> sebuah meja yang diatasnya terdapat apel yang sedang dijual. Apel-apel
> >> pun berhamburan kemana-mana. Tanpa berhenti dan menoleh lagi ke
> belakang,
> >> mereka bergegas menuju ke pesawat tepat waktu karena mereka hampir
> >> terlambat.
> >>
> >> SEMUA KECUALI SATU!!! Dia berhenti, mengambil napas panjang, tersentuh
> >> oleh perasaannya, dan merasa kasihan melihat gadis yang apelnya telah
> >> mereka jatuhkan.
> >>
> >> Dia mengatakan kepada teman-temannya untuk berangkat tanpa dia,
> >> melambaikan tangan selamat tinggal, dan meminta salah seorang dari
> mereka
> >> untuk menelepon istrinya begitu mereka tiba di kota asal mereka dan
> >> menjelaskan bahwa dia akan mengambil penerbangan berikutnya. Kemudian
> dia
> >> kembali ke terminal dimana apel-apel berhamburan di lantai terminal.
> >>
> >> Dia lega karena dia melakukannya.
> >>
> >> Gadis berusia 16 tahun itu ternyata buta total! Gadis itu sedang
> menangis
> >> terisak, air mata mengalir di pipinya karena frustrasi, dan pada saat
> >> yang sama tanpa bantuan siapapun berusaha mengambil sebanyak mungkin
> apel
> >> yang berhamburan di sekitarnya, tanpa seorangpun yang berhenti dan
> peduli
> >> akan kesedihannya.
> >>
> >> Salesman itu berjongkok bersama gadis itu, mengumpulkan semua apel,
> >> meletakkannya kembali di atas meja dan membantu gadis itu menata
> kembali
> >> jualannya. Saat dia melakukan semua itu, salesman itu memperhatikan
> bahwa
> >> banyak diantara apel itu yang telah rusak; apel-apel yang rusak itu
> >> diletakkannya di keranjang yang berbeda.
> >>
> >> Begitu selesai, dia membuka dompetnya dan berkata kepada gadis buta
> itu,
> >> “Ini, ambillah 40 dollar ini untuk membayar kerusakan yang telah kami
> >> lakukan. Engkau baik-baik saja bukan?”
> >> Gadis itu mengangguk perlahan dibalik air matanya…
> >> Salesman itu melanjutkan, “Saya harap kami tidak membuat harimu
> menjadi
> >> sangat buruk.”
> >>
> >> Ketika salesman itu akan beranjak pergi, gadis buta itu memanggilnya,
> >> “Tuan…”
> >> Dia berhenti menoleh kebelakang dan menatap mata gadis buta itu.
> >> Gadis itu melanjutkan kata-katanya, “Apakah anda Yesus?”
> >>
> >> Dia berhenti selama beberapa saat, dan merasa heran. Kemudian
> >> perlahan-lahan dia melangkah untuk mengejar pesawat berikutnya dengan
> >> pertanyaan gadis itu yang terus-menerus terngiang dikepalanya: “Apakah
> >> anda Yesus?”
> >>
> >> Apakah orang-orang salah mengira bahwa anda adalah Yesus? Bukankah itu
> >> adalah takdir kita? Menjadi serupa dengan Yesus sehingga orang-orang
> di
> >> sekeliling kita tidak bisa membedakan karena kita hidup dan
> berinteraksi
> >> di dunia yang buta akan kasih, hidup, dan anugerahNya.
> >>
> >> Jika kita mengaku mengenal Dia, kita seharusnya hidup, berjalan, dan
> >> bertindak sesuai kehendakNya. MengenalNya tidaklah semudah mengutip
> ayat
> >> Kitab Suci dan pergi ke gereja. Mengenal Dia berarti benar-benar hidup
> >> didalam Firman hari lepas hari.
> >>
> >> Kita adalah apel di mataNya meskipun kita, juga, telah rusak karena
> >> jatuh. Dia menghentikan apa yang sedang dikerjakanNya dan mengangkat
> >> engkau dan saya ke atas bukit yang bernama Kalvari dan membayar lunas
> >> semua kerusakan buah kita.
> >>
> >> Bagikanlah ini kepada orang lain, jika engkau merasa perlu
> melakukannya.
> >> Kadangkala kita mengambil apa yang ada, ketika kita justru sebenarnya
> >> harus membagikan apa yang kita miliki.
> >>
> >> Tuhan Yesus memberkati.
> >


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: