Posted by: yohanes tantama | September 4, 2008

Iman dan Logika

Buat saudara Marie, saya terpaksa sharing lewat post ini karena email saya ke anda selalu ter blok. Sekali lagi saya tegaskan kembali bahwa saya lebih memilih untuk sharing dari pada menjawab. Anda bisa setuju, bisa juga tidak.

1. Mengenai berbagai macam logika yang sedang anda pikirkan, Iman buat saya bukan sekedar logika tetapi pengalaman hidup. Pengalaman hiduplah yang membuat saya semakin mencintai Kekristenan dan Kekatolikan saya. Ada banyak hal yang bisa dijawab secara logika ataupun menurut alkitab kami, tetapi pasti ada juga yang tidak bisa terjawab secara logika.

Suatu hari Santo Agustinus berjalan dipinggir pantai dan melihat seorang anak menggali lubang dipantai dan berusaha memasukkan air laut didalamnya. St Agustinus bertanya, “apa yang sedang kamu lakukan?”. Sang anak menjawab,”saya sedang memasukkan air laut kedalam lubang  ini”. Saat itulah St. Agustinus menemukan jawaban pertanyaannya selama ini, seperti manusia pada umumnya kita sering berusaha mencari jawaban dari banyak hal mengenai Allah secara logika, tetapi Allah maha besar dan kuasa kita tidak akan dapat memasukkan semua rahasia Allah didalam otak kita yang kecil ini.

Termasuk bagaimana dan cara Yesus menyelamatkan manusia. Saya bisa menjawab secara alkitabiah tetapi buat beberapa orang akan mennmbulkan perdebatan. Buat saya yang terpenting adalah cara Yesus menyelamatkan manusia membuat saya semakin tahu arti kasih yang Dia ajarkan dan merupakan sumber kekuatan pada saat saya sebagai manusia diserang oleh kelemahan saya. Apapun pendapat anda biar Tuhan sendiri yang memutuskan, saya tidak berhak menghakimi saudara sebagai orang beriman atau bukan. Itu tidak penting yang lebih penting kami yang mengaku sebagai orang beriman selayaknya selalu merenungkan apakah kita pantas disebut sebagai orang beriman?

2. Mengenai cara berpakaian, saya sendiri juga tidak setuju. Tetapi itulah yang terjadi ditengah derasnya arus global yang terjadi didunia ini. Yang bisa saya lakukan, saya mencoba memulai dari keluarga saya dan memberi teladan kepada anak anak kami.

Semoga sharing ini bermanfaat. Tuhan memberkati

Yohanes


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: