Posted by: yohanes tantama | February 13, 2009

Kisah 3 Batang Pohon

Yohanes 1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?

Tuhan menanyakan kepada kita, apa alasan kita menjadi Kristen dan jangan kita menyerah pada harapan dan cita cita yang telah kita buat itu (selama sesuai dengan kehendak Tuhan). Dari cerita dibawah ini kita akan banyak belajar:

Suatu kali peristiwa ada tiga pohon diatas sebuah bukit dalam sebuah hutan. Mereka sedang

ber bincang- bincang tentang harapan- harapan dan mimpi-mimpi mereka .

Pohon yang pertama berkata, “Suatu hari nant i aku berharap bisa menjadi sebuah kotak tempat

penyimpanan harta. Aku bisa diisikan emas, perak dan batu-batu per mata berharga. Aku bisa

dihiasi dengan ukiran-ukiran yang rumit dan setiap orang akan melihat kecantikanku.”

Kemudian pohon yang kedua berkata, “Suatu hari na nt i aku akan menjadi kapal yang besar. Aku

akan membawa para raja dan ratu mengar ungi laut an sampai ke ujung-ujung bumi. Setiap orang

akan merasa aman dalamku karena kekuatan dari tubuhku.”

Akhirnya pohon yang ketiga berkata, “Aku ingin menjadi pohon yang tertinggi dan terkuat di

hutan in i. Orang akan memandangku dar i at as puncak bukit dan dapat melihat carang-carang-ku.

Kalau orang berpikir tentang surga dan Allah betapa dekatnya jangkauanku ke sana. Aku akan

menjadi pohon yang terbesar di sepa njang waktu dan orang akan meng ingatku senantiasa.”

Setelah beberapa tahun berdoa agar mimpi mereka menjadi ke nya taan, datanglah satu kelompok

penebang kayu ke hutan.

Ketika seorang penebang kayu menghampiri pohon pertama, ia berkata, “Kelihatannya pohon ini

kuat sekali, aku kira ini dapat dijual kepada seorang tukang kayu.” Ia pun mulai mene bang pohon

itu. Pohon tersebut bahagia sekali ka rena ia tahu bahwa si tukang kayu akan menjad ikan sebuah

petipenyimpan harta.

Seorang penebang kayu lainnya berkata kepada pohon yang kedua, “Kelihatannya po ho n ini kuat

dan aku dapat menjualnya kepada tukang pembuat kapal.” Po ho n tersebut bahagia karena tahu ia

akan menjadi sebua h kapal ya ng besar.

Ketika seorang penebang kayu menghampiri pohon yang ketiga, pohon tersebut ketakutan karena

tahu kalau ia sampai ditebang, maka mimpinya tidak akan menjadi kenyataan. Salah seorang

penebang kayu berkata, “Aku tidak per lu sesuatu yang spesial dar i po ho n ini, jadi aku bawa

saja,” dan ditebanglah pohon itu.

Ketika pohon pertama di bawa k epada tukang kayu, ia dijadikan sebuah kotak tempat makanan

hewan. Ia d iletakkan di sebuah k andang dan dipenuhi dengan jer ami. Hal ini tentu bukan seperti

yang diharapkan dan dimimpikan o leh pohon per tama. Kemudian pohon yang kedua dipo tong-

potong dan dijadikan sebuah perahu kecil u nt uk memancing ikan. Mimpinya u ntuk menjadi

sebuah kapal ya ng besar yang dapat membawa para raja berakhir sudah. Sedangkan po ho n yang

ketiga d ipotong-potong dalam ukuran yang besar dan ditinggal be gitu saja dalam ke gel apan

Tahun demi tahun ber lalu dan pohon-pohon ter sebut sudah lupa akan mimpi mereka. Suatu har i

ada seorang pria dan wanita datang ke kand ang tersebut. Si wa nita melahirkan seo rang bayi dan

meletakkan bayi tersebut dalam kot ak makanan hewan ( yang dibuat dari pohon pertama) yang

dipenuhi jerami. Si pr ia berharap mendapatkan tempat tidur untuk bayi tersebut, tapi palu nga n

itulah yang menjadi tempatnya. Pohon tersebut dapat merasakan betapa penting nya peristiwa

tersebut dan ia telah menyimp an harta yang termulia sepanjang zaman.

Tahun-tahun berikutnya, sekelompok orang berada dalam sebuah perahu pemancing ikan yang

dibuat dari pohon yang kedua. Salah seorang dari mereka k elelahan dan ak hirnya tidur. Ketika

mereka ada di tengah-tengah laut, gelombang besar melanda mereka dan kayu pohon tersebut

tidak menyangka kalau ia cukup kuat untuk menyelamatkan orang-orang yang ada dalam perahu

tersebut. Orang-orang tesebut membangunkan yang lainnya yang sedang tidur, kemudian ia

berdir i dan berkata, “Diam, tenanglah!” Akhirnya gelombang tersebut berhenti. Kali ini si pohon

tersebut menyadari ba hwa ia telah membawa raja d i at as segala raja dalam pe rahunya.

Akhirnya, ada seorang datang mendapatkan pohon ketiga. Pohon tersebut diseret sepanjang jalan

dan banyak yang mengejek orang yang sedang memikul k ayu tersebut. Ketika mereka sampai

pada suatu tempat, orang yang memikul kayu tadi d ipakukan pada kayu ter sebut dan diangkat

tinggi sampa i mat i d i ata s sebuah puncak.

Ketika hari Minggu tiba, pohon tersebut menyadari bahwa ia cukup kuat untuk tegak berdir i di

atas puncak bukit dan berada sedekat mungkin dengan Allah karena Yesus telah disalibkan pad a

kayu pohon tersebut.

Hikmah macam apa yang dapat kita pero leh dari kisah ketiga po ho n tersebut yang asyik dengan

harapan dan mimpi-nya?

Ketika segala rencana tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, selalu ingat bahwa Allah

punya rencana untuk Anda. Kalau Anda menaruh percaya kepada-Nya, Ia akan member i Anda

kar unia-karunia besar. Seperti masing-masing pohon tersebut yang mendapatkan ap a yang

mereka ing inkan, hanya saja tidak seperti yang mereka bayangkan.

Disarikan dari “Darma Tiga Pohon Cemara”, karangan Dr. Andar Ismail dalam bukunya, “Selamat Berk arya”, hlm. 9-12, BPK


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: