Posted by: yohanes tantama | March 21, 2009

Kuncinya adalah Kasih Sayang

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke  rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 > orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita  itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku >tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang  baik-baik yang sedang lapar.. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk >mengganjal perut”.  Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah  suamimu sudah pulang?” Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.  “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan  menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. > > Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia > berkata pada istrinya,  “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka > semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama”  ,kata pria itu hampir bersamaan.  “Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.  Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria  berjanggut > disebelahnya,  “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.  Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.  Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.” Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya,”sayangku, kenapa kita tak mengundang si  Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”  Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun  ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.  “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si  Kasih-sayang yang masuk ke dalam? > > Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan  Kasih-sayang. ”  Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka.  “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam  kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? > > Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam  ini.” Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut  serta.  Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si > Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?” Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau > Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang  lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang  si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami  akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka  kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan  hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang  lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat  kami menjalani hidup ini.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: