Posted by: yohanes tantama | March 16, 2010

Adakah Keluarga Ideal Itu?

Renungan APP ke III

Jadi buat apa berharap memiliki keluarga ideal , … Keluarga ideal itu tidak ada,, yang ada adalah keluarga ku saat ini.

Mengharap kesempurnaan dari sang ibu : tak mungkin.

Mengharap kesempurnaan dari sang ayah: tak mungkin juga

Mengharap kesempurnaan dari anak-anak : lebih tak mungkin

Berharap bahtera keluarga dapat berlayar tanpa sekalipun terhantam badai ; sangat tak mungkin
Berharap kesempurnaan dari keluarga kita, akan membuat kita selalu merasa kurang.
Jadi buat apa berharap memiliki keluarga ideal?,

jika yang sebenarnya di harapkan adalah menuntut kesempurnaan dari keluarga kita..
Didalam keluarga;  kita bisa merasakan surga di dunia, tetapi mengapa, kita paling mudah marah, mudah tersinggung, mudah merasa tidak peduli kepada keluarga kita.

Padahal disaat yang sama: kita begitu sabar menghadapi pelanggan di kantor,
begitu sabar menghadapi tingkah laku murid di sekolah, dapat berkata santun kepada rekan kerja.  mengapa….?
karena, bagaimanapun kasarnya kita, tidak menghargainya kita, dan perlakuan tak santun lainnya,  keluarga tidak akan meninggalkan kita.

Ikatan ini adalah ikatan yang telah dikaruniakan oleh Allah Sang Pencipta dan karenanya kita merasa ‘aman’.

Lain sikap yang kita tunjukkan kepada atasan, sikap sopan, berusaha rajin, dll, karena kita sadar bahwa perbuatan buruk kita dapat membuat kita ditinggalkan..Ditinggalkan oleh orang-orang yang kita butuhkan dan karena godaan setan tak ingin umat ini merasakan surga, tidak diakhirat apalagi didunia.

Godaan setan berusaha keras , mengipasi hawa nafsu kita, berusaha menceraikan suami istri,
mengipasi emosi anak-anak sehinggga berkata kasar kepada orang tuanya, merendahkan orang tuanya ketika sudah berusia lanjut, membuat para orang tua ‘lupa akan kesabarannya’ dan melampiaskan kekesalan/kemarahannya kepada anak-anaknya.

Anak-anak yang akan merekam semua tingkah orang tua, menimbulkan rasa iri diantara saudara.
Ya Allah, dan semua itu dapat terjadi pada semua orang, termasuk padaku.

Keluarga ideal itu tidak ada, yang ada adalah keluargaku saat ini.

Mulai menerima semua orang dalam anggota keluarga, memahami perbedaan sifat dan kekurangan masing-masing , mengampuni dan terus belajar.

Membangun cinta didalam keluarga, cinta yang tumbuh karena  kasih Allah dan cinta yang tetap ada walaupun dalam segala godaan, bukan cinta yang tumbuh karena egoisme.
Dan ketika rasa marah terhadap anggota keluarga muncul,, maka Tuhan bersabda : Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (I Korintus  13:5)

Yang ada adalah keluargaku dan aku harus waspada terhadap godaan setan, jangan sampai dia mencuri surgaku di dunia.

Ya Allah , kumpulkan kami kembali di kerajaan surgaMu  kelak…amiin

(diinspirasikan dari tulisan  S. Malik Arizona)


Responses

  1. terima kasih renungannya, sangat menginspirasi..

  2. setuju sekali krn kita manusia yg sering jatuh ke dlm dosa sedang kesemournaan adalh mutlak milik ALLAH


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: