Posted by: yohanes tantama | January 7, 2011

BEATO IVAN MERZ (1896-1928) by Gereja Katolik on Friday, January 7, 2011 at 2:05am

Ivan Merz adalah seorang Awam Kroasia yang hidup pada masa perubahan politik besar-besaran yang melanda Eropa. Ivan Merz adalah seorang katolik yang meninggalkan jejak iman begitu dalam pada masa hidupnya. Lahir pada 16 Desember 1896 di Banja Luka dalam keluarga liberal ketika Bosnia dikuasai oleh Autria-Hongaria, Ivan Merz mengenyam pendidikan keduanya dalam lingkungan yg multietnik dan multi religi di kota asalnya. Beato Ivan Merz menyelesaikan studinya tepan ketika putra mahkota Francesco Ferdinando (Franz Ferdinand) terbunuh pada 28 Juni 1914 (peristiwa ini menjadi pemicu Perang Dunia I) Beato Ivan Merz menaati keinginan orangtuanya yang menghendakinya masuk akademi militer. Namun karena merasa jijik dengan korupsi yang terjadi di lembaga itu, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti setelah tiga bulan. Pada 1915, Beato Ivan Merz masuk universitas di Wina, namun pada 1916 terpaksa ikut wajib militer dan ia pun menghabiskan sekitar setahun (1917-1918) di posisi garis depan militer. Pada akhir PD I, dia berada di Banja Luka, dimana ia mengalami perubahan politik yang radikal dan menjadi saksi lahirnya negara Yugoslavia. Pada 1919 dan 1920, ia kembali ke Wina dan melanjutkan studi di Fakultas Filsafat. Pada Oktober 1920, ia hijrah ke Paris dimana ia mengikuti kuliah di Universitas Sorbonne dan di “Institute Catholique” sambil menyiapkan disertasi doktoral. Beato Ivan Merz memperoleh gelar doktoral di Universitas Zagreb pada 1923 dengan tesisnya yang berjudul “Pengaruh Liturgi pada Penulis Prancis”. Setelah lulus ujian negara maka ia dapat secara resmi mengajar bahasa dan sastra Prancis dan Jerman. Ia kemudian menjadi profesor di sebuah sekolah keuskupan di Zagreb hingga wafat (10 Mei 1928) Jika dilihat sekilas, kecuali dalam hal menjadi pasukan di garis depan, Ivan Merz adalah seorang yang biasa, tidak ubahnya seperti anak muda pada umumnya, begitu pulalah yang tercatat dalam sejarah Katolisisme Kroasia. Namun demikian, walaupun kurang dikenal di luar negara asalnya, karakter Ivan Merz sangat memesona bagi siapa saja yang mendekatinya. Seorang mahasiswa dan tentara Katolik, selain itu juga seorang awam dengan pandangan yang luas yang mencurahkan seluruh energinya demi mendidik kaum muda Kroasia. Apa yang paling mencolok dari perjalanan iman Beato Ivan Merz adalah periode yang dalam perjalanan rohani disebut formasi. Beato Ivan Merz menemukan jalan kekudusan tanpa melalui keluarga, novisiat, seminari, dan tanpa pembimbing rohani yang tetap. Dengan demikian ia dikatakan sebagai seorang yang “secara alami menghasilkan buah-buah rohani”, dimana peran rahmat sangat terlihat jelas. Sedikit sekali para kudus, apalagi dari kalangan awam, yang perjalanan rohaninya bisa diikuti secara dekat melalui buku harian pribadinya. (beato Ivan Merz menulis buku harian sejak dia mengambil ujian kelulusan, saat menjadi tentara di garis depan, dan ketika ia duduk di bangku kuliah). Karakter yang terlihat di buku hariannya bukanlah karakter seseorang yang “berbakat alami menjadi seorang santo” namun lebih kepada seorang muda yang berjuang dan memenangkan pertandingan, sehingga dengan demikian dapat menjadi contoh bagi mereka semua yang berjuang demi cita-cita luhur Kristiani.Beato Ivan Merz terusik oleh pertanyaan akan cinta dan juga derita dan kematian yang ia atasi dalam terang iman. Dalam buku hariannya yang ditulis pada masa perang, kita dapat merasakan kedalaman jiwanya dimana kemiskinan jasmani dan rohani menjadi satu dalam terang rahmat. Pada 19 September 1917, ia menulis, “Tidak ada Ekaristi Kudus. Sepertinya aku hidup bagai orang kafir (…) rasanya Dia seperti tidak ada.” “Allah sang Penghibur, datang dan sokonglah diriku dan kodratku dengan atom-atom keabadian, agar diriku semakin menyerupaiMu dan dapat mengerti dinamika keberadaan (jiwa). Aku menyibukkan diri dengan anggur ketika Ekaristi Kudus tidak lagi menjadi prioritasku. Dimanakah para imam yg diperuntukkan bagi para prajurit? Apakah mereka mengabaikan kawanan domba pada saat dimana justru ketika mereka sangat membutuhkan Allah?” “Allahku, sungguh alangkah baiknya jika aku sudah bersamaMu…maka sekarang bakarlah segala parasit dosa yang menggerogoti jiwaku dengan api belas kasihMu, agar aku dapat tampil dihadapanMu dalam keadaan layak dan kudus, atau setidaknya agar aku dapat menghembuskan napas terakhirku dengan sukacita yang kudus dan kehendak yang luar biasa!” (13 Juli 1918) Beato Ivan Merz berpuasa bahkan ketika ia berada di garis depan medan pertempuran. “Ingatlah, Iblis menungguku untuk memasang jerat! Mereka yang berpikir bahwa puasa itu kecil manfaatnya berarti mereka tidak tahu apa yang mereka katakan. Tidak ada kehidupan rohani tanpa puasa…Allahku, tunjanglah diriku dengan kehendak yang kuat, bahkan ketika aku harus bertelanjang kaki dan tidak berpakaian! (23 Agustus 1918). “Jangan pernah melupakan Allah!Selalulah berharap untuk bersatu denganNya. Abdikanlah setiap harimu, pada pagi-pagi buta untuk melakukan meditasi dan doa di dekat Sakramen Mahakudus atau selama Misa. Pada saat itulah hendaknya (kita) merencanakan niat , memeriksa batin, dan memohon rahmat untuk mengatasi kelemahan. Alangkah malangnya aku jika perang tidak membawa keuntungan bagiku! Aku harus memulai kehidupan yang baru, memperbarui semangat pengetahuan tentang katolisitas. Semoga Tuhan menolongku, karena tidak ada seorangpun yang dapat melakukan apapun seorang diri (5 Februari 1918). Ketika kembali ke Zagreb, Beato Ivan Merz memberikan bimbingan pada gerakan kaum muda “Eagles” berdasarkan prinsip ajaran Katolik. Sebagai pria yang dewasa, ia menjadi teladan kerasulan bagi imam ataupun religius. Akhirnya, ia menjadi seorang katolik sejati, yang hatinya berdetak seirama dengan detak jantung Gereja, yang tidak mempunyai musuh dari bangsa maupun politisi manapun juga. Gereja yang adalah Tubuh Mistik Kristus, berkumpul di sekitar Kristus yang hadir sepenuhnya dalam Ekaristi, Kristus ini diwakilkan oleh wakilNya, yaitu Paus. Gereja, Ekaristi dan Paus adalah “tiga kecintaan” Beato Ivan Merz, yang menurutnya telah menjadi satu-satunya kecintaannya. Beato Ivan Merz berusaha dengan segala upaya untuk mentransfer iman ini pada generasi muda Katolik. Beato Ivan Merz adalah seorang awam yang menjadi promotor gerakan liturgis di Kroasia dan juga merupakan perintis Aksi Katolik seturut instruksi Paus Pius XI dalam rangka untuk menjalin persatuan antar kaum cendikiawan agama untuk berkarya demi “pembaruan segala sesuatu dalam Kristus”. Dalam hal hubungan rohaninya dengan Ibu Maria, pada umur 19 tahun, Beato Ivan Merz mengikatkan dirinya secara pribadi pada kaul kemurnian pada Hari Raya St.Maria Dikandung Tanpa Dosa. Ia mohon pada Santa Perawan agar sudi untuk menjaga kemurnian hatinya. Hal ini tercatat pada buku hariannya tertanggal 12 Desember 1915. Delapan tahun kemudian, Beato Ivan memutuskan untuk membuat kaul pribadinya ini menjadi kaul pribadi kekal. Menjelang wafat Beato Ivan Merz memiliki penglihatan yang kurang baik sejak kecil. Kemudian ia mempunyai masalah dengan giginya. Penyakit demi penyakit membuatnya sulit belajar dan bekerja. Pada akhir hidupnya ia menderita sakit yang serius, yaitu radang akut rongga mandibula (rahang bawah) sehingga harus menjalani operasi. Penderitaannya ini ia persembahkan bagi para pemuda Kroasia. Dalam beberapa bulan menjelang wafatmya, Beato Ivan mulai kembali secara rutin mengisi buku hariannya. Suatu kebiasaan yang tidak lagi ia lakukan sejak studi di Paris. Catatan dalam buku hariannya ini menunjukkan kondisi jiwa Beato Ivan sebelum wafat. Baris terakhir tulisan di buku hariannya :”Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Aku mengharapkan belaskasihan Tuhan dan menjadi milik Hati Kudus Yesus secara utuh sampai selama-lamanya”. Ivan Merz wafat pada 10 Mei 1928 dan dibeatifikasi pada 22 Juni 2003 oleh Paus Yohanes Paulus II. Beato Ivan Merz doakanlah kami!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: