Posted by: yohanes tantama | June 18, 2011

Kaya Itu Tidak Berarti Memiliki Banyak, Akan Tetapi Memberi Banyak – Yohanes Chrisostomus

Bukan Anggurnya yang buruk tetapi kemabukan. Orang yang serakah tidak sama dengan orang yang kaya. Orang serakah tidak kaya. Ia menginginkan begitu banyak dan karena ia tidak memilikinya, ia tidak pernah akan kaya. Orang serakah adalah penjaga kekayaan, bukan pemilik kekayaan. Dialah seorang budak, bukan tuan dari harta itu. Sebab ia merasa lebih baik memberikan sebagian dagingnya sendiri dari pada harta yang dipendamnya. Ia tidak sanggup memberi kepada orang lain atau membagi bagikan kekayaannya kepada yang berkekurangan. Jadi bagaimana mungkin ia menyebut dirinya sebagai pemilik? Bagaimana ia memilikinya jika ia tidak bebas menggunakannya ataupun menikmatinya?

Kaya itu tidak berarti memiliki banyak, akan tetapi memberi banyak… Marilah kita hiasi jiwa kita lebih daripada rumah kita. Bukankah itu suatu kekejian, bahwa kita menutupi dinding dinding kita dengan marmer, kesiasiaan dan untuk hal hal yang tidak berguna, sedangkan Kristus – dalam diri orang miskin-kita biarkan telanjang? Keuntungan apa yang engkau dapat dari rumahmu? Apakah engkau akan membawanya kalau engkau pergi (eninggalkan dunia ini?) Tak mungkin engkau bawa rumah itu. Tetapi yang pasti jiwamu harus engkau bawa. Kita bangun rumah untuk didiami, bukan untuk dijadikan pajangan yang ambisius. Barang yang engkau butuhkan adalah berlebih lebihan dan tak berguna. Cobalah pakai sepatu yang besar! Engkau tak tahan memakainya karena hanya akan mengganggu jalanmu. Begitu juga rumah yang lebih besar daripada yang diperlukan hanya merupakan hambatan bagimu untuk melangkah maju ke surga.. Engkau seorang pendatang, seorang musafir bagi hal hal duniawi. Negerimu di surga. Pindahkanlah kekayaanmu kesana…

Maukah engkau menjadi kaya? Jadikan Allah sebagai sahabatmu dan engkau akanlebih kaya daripada siapapun!! Jelaslah bahwa orang kaya adalah justru mereka yang tidak memandang penggunaannya dan mencemoohkan kenikmatannya. Sebab orang yang telah menyisihkan kekayaannya dan memberinya kepada yang miskin telah menggunakannya dengan tepat. Ia tetap pemiliknya kalau ia pergi. Miliknya tidak dilucuti pada saat kematiannya, bahkan ia menerimanya kembali saat itu.

 

Homiliae 21 de Statuis, 2 : 14-18

Yohanes Chrisostomus – Salah satu Bapa Gereja.


Responses

  1. sangat menenangkan jiwa..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: