Posted by: yohanes tantama | October 4, 2011

Tuhan menjaga umatnya saat sepertinya sudah tidak ada harapan sekalipun

Sore itu hari Minggu kemarin kami sekeluarga balik dari Jakarta, karena dari acara pernikahan adik kami jadinya barang bawaan cukup banyak. Ada 4 koper, 2 laptop belum termasuk tas kecil dan satu barang yang saya mau pakai untuk project. Saya memerlukannya untuk demo di client. Nilainya cukup besar juga.

Saat kami turun di Bandara Surabaya kami semua ke toilet dan terpaksa saya sendirian menunggu bagasi yang begitu banyak. Jadinya terpaksa pakai trolley sebagai bantuan. Keluar dari terminal kedatangan anak laki laki kami meminta roti, tetapi karena antrian yang banyak kami minta dia untuk menundanya. Setelah mendapat taxi semua barang kita masukkan. Dan sekitar pk 3 kami tiba dirumah.

Saat itulah karena kami melalui prosesi acara yang cukup melelahkan selama 2 hari, sepertinya kami sangat membutuhkan istirahat. Disisi yang lain meskipun Sabtu kemarin di acara pemberkatan pernikahan sudah dilakukan misa dan komuni, kami tahu bahwa minggu ini seharusnya kami tetap pergi ke gereja.Dengan segala perjuangan akhirnya saya memutuskan ke Gereja bersama anak saya yang laki laki karena anak perempuan kami sedang mempersiapkan tugas sekolah yang cukup banyak. Dengan segal keletihan itu kami bersyukur masih bisa menguatkan diri untuk ke Gereja.

Misa berjalan dan sekitar jam 8 kami selesai misa, saat perjalanan pulang itulah saya baru tersadar bahwa barang yang akan saya pakai untuk diproyek tersebut tidak ada dirumah. Dalam perjalanan pulang saya harap harap cemas, dan ternyata benar barang tersebut tidak ada di rumah. Saya sempat emosi kepada diri sendiri karena sudah membuat suatu kesalahan yang fatal. Segera saat itu juga saya ke Bandara.

Jujur saya sudah tidak bisa berharap banyak karena saya yakin bahwa barang tersebut tidak tertinggal di Taxi, tetapi dipelataran bandara yang setiap orang bisa mengambilnya. Kejadian dulu waktu saya mengalami musibah kantor yang terbakar membuat saya lebih bisa mengendalikan diri, saya hanya bisa pasrah dan melihat kembali bahwa semua rejeki yang kami terima juga berasal dari kemurahan Tuhan dan bahkan banyak yang kami sendiri tidak tahu dari mana itu semua. Dan memang dalam hidup kehilangan itu adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan keberuntungan. Harapan tentu tetap ada meskipun sudah hampir 6 jam barang itu tertinggal. SMS dari istri saya bahwa bersama anak anak mereka berdoa untuk harapan tersebut juga menguatkan saya.

Sesampai di bandara saya cari dilokasi tidak ada, syukur tiket taxi masih ada dicelana dan tadi saya bawa. Segera saya ke tempat taxi taxi, saya melongok dan makin lemas saja karena saya tidak lihat barang saya. Saya beranikan diri menanyakan apakah ada barang tertinggal, dan ternyata kotak itu ada didepan saya dan tadi saya karena dalam kecemasan yang tinggi seolah tidak melihatnya. Puji Tuhan barang yang kami cari telah ketemu. Sekali lagi Tuhan menunjukkan kuasanya dalam kehidupan kami. Dia menjaga barang kami pada saat kamipun sudah tidak bisa berharap banyak. Satu hal yang saya syukuri bahwa malam itu meskipun letih saya memutuskan untuk ke Gereja, saya membayangkan kalau saya malah istirahat dan tertidur mungkin besoknya saya baru sadar dan belum tentu barang itu masih ada

Tuhan menunjukkan kasihnya pada kita yang masih mempunyai banyak kelemahan ini dan sekali lagi saya hanya bisa mengucapkan “Terima kasih” kepadaNya.

Yohanes Tantama


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: