Posted by: yohanes tantama | November 2, 2011

Keringat seorang penjaja koran

Kemarin siang di perempatan lampu merah saya berhenti dan dihampiri oleh seorang penjaja koran. Berpikir sejenak, saya putuskan untuk membeli koran dari anak itu. Begitu koran ditangan saya, langsung terasa dinginnya keringat sang anak pada koran tersebut. Saya berpikir inilah keringat seorang anak yang mengacungkan tangannya menjajakan koran dalam waktu yang cukup lama, mungkin sejak  lama tidak ada yang tertarik untuk membelinya. Hanya untuk seribu rupiah sang anak dengan sabar menunggu pembeli.

Sangat ironis kawan, bandingkan dengan begitu banyak orang yang sekarang ini lebih memilih untuk mendapatkan uang sebanyak banyaknya tanpa keringat. Bahkan mungkin keringat orang lainlah yang dikorbankan. Juga banyak orang yang tidak sabar untuk menunggu rejekinya datang menghampiri dengan etos kerja keras. Kemudahan dan kemudahan yang selalu kita pikirkan. Sementara itu masih banyak saudara kita yang berkekurangan bahkan tetap berkekurangan setelah bekerja sekian lama membanting tulang.

Tulisan saya tentunya tidak menyalahkan kekayaan tetapi lebih berupa usaha membesarkan hati buat kawan semua yang masih berjuang untuk menjadi lebih baik dengan jalan yang benar. Anda tidak sendiri jadi tidak perlu berkecil hati, saya yakin masih banyak di luar sana orang yang masih punya hati nurani dan keberanian bersikap.

Salam Damai Kristus

Yohanes Tantama


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: