Posted by: yohanes tantama | August 10, 2014

APA ARTI PENITENSI DALAM SAKRAMEN TOBAT

Apa pengertian penitensi dalam Sakramen Tobat

Pertama penitensi bukanlah pembayaran denda seperti dalam dunia hukum insani. Artinya, hutang dosa yang dilakukan manusia seolah bisa dilunasi dengan tindakan (atau doa) yang ditugaskan oleh imam. Dengan kata lain, pengampunan atas dosa yang diterima dalam sakramen tobat seolah dihasilkan oleh doa doa yg dilakukan sebagai denda. Pengampunan dosa yang diberikan Allah bukanlah hasil kemampuan manusia. “PENGAMPUNAN DOSA ITU ADALAH ANUGERAH ALLAH.

Penggunaan kata denda itu sendiri juga menimbulakan pengertian yang keliru tentang pengampunan dosa. Salah pengertian inilah yang juga menyebabkan terasa aneh. Untuk memberikan pengertian yang tepat tentang apa penitensi itu sebaiknya digunakan kata “silih”. Kata silih mempunyai nuansa rohani dan menegaskan kaitan antara tindakan ini dengan pertobatan. Penitensi atau silih atas dosa adalah tindakan laku tapa yang dilakukan setelah seorang menerima pengampunan yaitu sebagai ungkapan tulus pertobatan.

Kedua penitensi tidak dibatasi hanya pada doa. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan “ Penitensi dapat terdiri dari doa, derma, karya amal, pelayanan terhadap sesama, pantang secara sukarela, berkorban, dan terutama dalam menerima dengan sabar salib yang harus kita pikul “ (KGK 1460). Kita bisa meminta kepada imam pelayan sakramen bentuk penitensi yg bukan doa.

Ketiga kiranya perlu diketahui apa itu penitensi. Penitensi adalah tindakan laku tapa yang dilakukan setelah seorang menerima pengampunan, yaitu sebagai ungkapan tulus pertobatan. Penitensi itu juga merupakan ungkapan komitmen pribadi untuk memulai hidup baru dihadapan Allah. Komitmen itu bertujuan juga untuk memulihkan diri dan hidupnya yg rusak akibat dosanya sendiri. Jadi penitensi itu bisa ditujukan untuk melemahkan akar akar dosa dalam diri kita untuk memberikan ganti rugi atau restitusi (materiil atau rohani) atas kerusakan rohani yang diakibatkan oleh dosa kita termasuk juga untuk memperkuat kesehatan rohani atau melemahkan keterlekatan kita pada dosa.

Diambil dari KATEKESE LITURGI PRAMISA
Gereja Katolik Roh Kudus
10 Agustus 2014

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: