Posted by: yohanes tantama | March 5, 2016

Apa Itu Indulgensi ( I )

sumber : :”Indulgences: the treasures of the Catholic Church”; Catholic Youth Networking; http://www.catholicyouth.freeservers.com

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: http://www.indocell.net/yesaya”
APA ITU INDULGENSI?

Indulgensi adalah harta pusaka surgawi yang istimewa yang dianugerahkan Gereja kepada kita untuk melunasi hutang dosa kita kepada Tuhan serta untuk memulihkan luka-luka jiwa kita yang diakibatkan oleh dosa.

Tuhan memberikan wewenang kepada Gereja untuk memberikan indulgensi atas perbuatan-perbuatan atau doa-doa tertentu, sehingga ketika kita melakukan perbuatan atau doa tersebut, kita boleh memperoleh indulgensi.

Meskipun indulgensi tidak dapat dipergunakan untuk orang lain yang masih hidup (mereka harus memperoleh indulgensinya sendiri!), kita dapat membantu jiwa-jiwa di api penyucian agar lebih cepat tiba di surga dengan mempergunakan indulgensi yang kita terima untuk membantu mereka melunasi hutang dosa mereka kepada Tuhan.

MENGAPA KITA MEMERLUKAN INDULGENSI?

Kamu mungkin berpikir, “Tetapi, bukankah saya sudah menerima Sakramen Tobat dan Tuhan sudah mengampuni dosa-dosa saya! Mengapa saya masih memiliki “hutang” kepada Tuhan?”

Frank Sheed, seorang pengkhotbah Katolik dari Inggris yang terkenal, menjawabnya demikian: Dosa adalah seperti menancapkan sebuah paku pada sepotong kayu. Ketika kamu mengakukan dosa-dosamu pada imam, dan Tuhan mengampunimu, sama halnya seperti mencabut paku dari kayu tersebut. Paku sudah tidak ada lagi, tetapi lubang yang ditimbulkannya tetap ada dan harus diperbaiki. Dengan berdosa kita telah melukai jiwa kita dan sekarang kita harus memulihkan kembali luka-luka itu.

Karena Dosa Asal (dosa ketidaktaatan Adam dan Hawa di taman Eden), manusia cenderung berbuat dosa daripada melakukan yang baik. Setiap dosa melukai jiwa kita dengan membuatnya lebih sulit untuk menghindarkan diri dari perbuatan dosa yang sama di waktu mendatang. Bahkan setelah kita bertobat, kita masih harus mengatasi kecenderungan ini dengan penitensi. Para kudus memahami hal ini dengan baik sekali; mereka seringkali melakukan matiraga atau silih agar dapat lebih menguasai keinginan-keinginan mereka.

Namun demikian, karena kita tidak dapat melihat luka yang diakibatkan oleh dosa pada jiwa kita, kita seringkali tidak cukup menyesali dosa-dosa kita itu; kita lupa untuk berdoa serta lupa melakukan silih. Karenanya, jiwa kita harus dibersihkan, baik dalam masa kita hidup di dunia melalui berbagai pencobaan, atau kelak – sesudah kita meninggal – di api penyucian. Tuhan, melalui gereja-Nya, menyediakan bagi kita suatu “bonus” bagi doa dan silih yang kita lakukan, yaitu indulgensi. Jika kita melakukan suatu perbuatan atau mendaraskan suatu doa yang dinyatakan oleh Gereja dapat mendatangkan indulgensi (misalnya berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus, mendaraskan doa Rosario dll), Gereja mempergunakan harta pusaka-Nya berupa jasa-jasa Kristus untuk “menebus” sebagian atau seluruh hutang dosa kita kepada Tuhan serta menyucikan jiwa kita bagi kita, selama kita mempunyai niat untuk memperoleh indulgensi.

Seorang biarawati dalam biaraSt. Theresia dari Avila, menyadari pentingnya indulgensi dan tidak pernah menyia-nyiakan setiap kesempatan untuk memperolehnya. Ketika biarawati itu meninggal, St. Theresia sangat terkejut melihat jiwa biarawati tersebut langsung naik menuju surga tanpa melalui api penyucian! Karena biarawati tersebut tampaknya biasa-biasa saja, St. Theresia bertanya kepada Yesus apa sebabnya jiwa biarawati tersebut dapat langsung menuju surga. Yesus menjawab bahwa itu semua karena semua indulgensi yang dengan setia diperolehnya, sang biarawati telah membayar lunas semua hutang dosanya kepada Tuhan, sehingga jiwanya bersih dan tak bernoda pada saat kematiannya!

HARTA PUSAKA GEREJA

Gereja Katolik mempunyai wewenang untuk memberikan indulgensi karena gereja memperolehnya dari kekayaan tak terhingga jasa-jasa Kristus, Bunda Maria dan semua orang kudus. Beata Maria dari Quito, seorang biarawati Spanyol, melihat dalam suatu penglihatan suatu harta pusaka yang berlimpah, yang – diterangkan kepadanya oleh Tuhan – melambangkan segala rahmat dan jasa-jasa Yesus (harta pusaka Gereja!) dari mana indulgensi diperoleh. Segala rahmat dan jasa-jasa ini dapat diperoleh siapa saja yang memenuhi persyaratan, yang biasanya amat mudah, untuk memperoleh indulgensi. Umat beriman yang tidak peduli untuk mendapatkan keuntungan dari indulgensi ini dapat diumpamakan seperti seorang pengembara yang melewati suatu padang penuh dengan perhiasan berharga, yang tidak mau merepotkan diri untuk memungut dan mengisi kantungnya dengan harta pusaka itu, meskipun ia tahu bahwa ia akan memerlukan harta tersebut setibanya di tempat tujuan.

Gereja menerima wewenang untuk memberikan indulgensi dari Yesus, yaitu ketika Ia memberikan kunci kerajaan Surga kepada Petrus,“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat 16:19) Dalam bahasa modern, mungkin Yesus akan mengatakan, “Aku memberimu PIN untuk rekening bank surgawi-Ku.”

Pada abad kelimabelas dan keenambelas, Gereja memberikan indulgensi kepada mereka yang memberikan sumbangan untuk pembangunan katedral-katedral indah yang sedang dibangun pada saat itu. Sayang sekali, hal tersebut menimbulkan salah tafsir bahwa Gereja menjual indulgensi untuk mendapatkan uang. Sebagai akibatnya, kaum reformasi Protestan masa itu menolak mentah-mentah ajaran tentang indulgensi karena menganggapnya sebagai penyalahgunaan kuasa Gereja. Tentu saja mereka salah; meski pun mungkin ada beberapa penyalahgunaan, tetapi kuasa Gereja untuk memberikan indulgensi diberikan oleh Tuhan sendiri. Kaum Protestan itu ada benarnya juga ketika mengatakan bahwa kita tidak dapat sekedar membeli indulgensi seperti obat “mujarab” bagi jiwa kita! Kita harus mempunyai semangat penyesalan atas dosa-dosa kita agar dapat memperoleh manfaat indulgensi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: